Monday, May 20, 2013

Belajar untuk Mendengarkan dengan Baik

kemahiran-mendengar Pernahkah Anda mengalami hal ini? “Tetapi kamu telah mengatakan, kamu telah membeli susu dalam perjalanan pulang ke rumah!”. “Tidak, saya mengatakan kalau saya tidak punya banyak waktu, dan kamu yang berkata bahwa kamulah yang akan melakukannya..” Yah, mungkin salah satu atau kedua-duanya dari Anda telah salah mendengarkan. Terkadang hal itu akhirnya membuat Anda berdua hanya menikmati secangkir teh sepanjang sore, atau bahkan bisa lebih serius.

Ada banyak hal yang bisa membuat anda tidak mendengarkan dengan baik. apakah anda mengenali salah satu dari hal ini?

  • Anda terlalu sibuk memikirkan apa yag akan anda katakan selanjutnya segera setelah lawan bicara anda mengucapkan sesuatu.
  • Anda pergi dengan kereta pmikiran berbeda yang dirangsang oleh sesuatu yang anda utarakan.
  • anda mengetahui apa yang akan mereka katakan.
  • Anda Bosan
  • Anda benar-benar tidak memahami apa yang mereka katakan
  • Anda terganggu oleh kebisingan atau aktivitas
  • Anda sedang terburu-buru.

Bila anda ingin memiliki percakapan yang produktif dengan orang-orang, bukan tentang susu di dalam kopi Anda, Anda perlu mengenali ketika salah satu dari hal ini terjadi dan hentikan diri Anda dari gangguan. Bila perlu mengatakan, “Maaf, saya tidak mendengar hal itu, bisakah Anda mengatakannya lagi?” atau “Saya tidak memahami tentang hal itu, bisakah anda menjelaskannya dengan bahasa yang mudah?”, atau “Saya tidak benar-benar berkonsentrasi karena saya terlambat menghadiri rapat. Bisakah kita melanjutkan pembicaraan ini lain kali?”

Tidak ada keberatan dengan respons yang menyenangkan seperti itu, karena hal itu menunjukkan kalau Anda ingin mendengarkannya dengan baik. yang pasti, hal itu membuat orang tersanjung, karena orang suka didengarkan. Jadi, latih diri anda untuk mendengarkan dengan baik, dan berhentilah berpura-pura.

Monday, May 6, 2013

Kiat Bangkitkan Spirit Kerja


diambil dari : http://cyberjob.cbn.net.id



Spirit kerja ibarat grafik: kadang turun, kadang naik. Penyebabnya macam-macam. Nah, ketika spirit kerja Anda lagi down, inilah solusi membangkitkannya.

Kalau spirit atau semangat kerja sedang tinggi, sesulit apa pun pekerjaan itu, ada keyakinan untuk bisa menyelesaikannya. Sebaliknya, kalau spirit lagi down, wah, semua pekerjaan jadi terasa sulit. Masa down ini bisa berlangsung cepat tapi bisa juga melewati kurun waktu yang lama. Dengan beberapa solusi berikut ini, Anda bisa membangkitkan kembali semangat kerja yang sempat jeblok.

Sediakan waktu untuk mengembangkan hobi

Ingat, apa pun hobi yang Anda miliki, itu adalah modal yang berharga. Jangan anggap remeh. Sebab, hobi adalah salah satu solusi untuk membangkitkan spirit kerja. Sekadar contoh, bila Anda memiliki hobi mengoleksi piringan hitam, maka Anda akan asyik sekali membongkar koleksi yang ada, membersihkannya, kemudian memutarnya.

Atau, bila memungkinkan, Anda bisa menghubungi rekan yang memiliki hobi sama dengan Anda untuk sekadar say hello ataupun tukar informasi soal koleksi yang sudah ada. Bahkan, mungkin saja berlanjut dengan mengundang para pehobi lain untuk berkumpul di tempat Anda atau di tempat lain. Di moment tersebut, masing-masing bicara seputar koleksi yang sudah dimiliki ataupun yang belum.

Dengan suasana yang menyenangkan, melakukan aktivitas yang menyenangkan, Anda akan terbebas dari beban pikiran akan pekerjaan. Ketegangan pikiran langsung mencair karena hobi tadi akan membebaskan Anda dari semua rutinitas. Dengan demikian, Anda bisa mulai kembali bekerja tanpa beban. Anda bisa rasakan semangat kerja yang baru, yang memotivasi Anda untuk terus berprestasi.

Sediakan waktu untuk berteman atau bergaul

Tatkala beban pekerjaan mengimpit dan semangat kerja anjlok, jangan biarkan diri Anda sendirian. Hal itu justru akan membuat semuanya jadi terasa lebih berat. Solusi yang bisa Anda tempuh adalah dengan menemui teman-teman, berkumpul dengan para sahabat.

Luangkan waktu beberapa jam untuk hangout dengan teman Anda. Agar suasana lebih rileks carilah tempat yang lumayan enak, misalkan, cafe. Teman ngobrol Anda sebaiknya bukan mitra kerja atau teman sekantor agar suasana bisa lebih berwarna. Juga, bisa meminimalkan atau membebaskan Anda sejenak dari pembicaraan tentang pekerjaan. Artinya, suasana kerja tidak akan terbawa ke tempat kongkow.

Dengan bersosialisasi ini berarti Anda men-charge jiwa serta pikiran yang tengah sumpek. Lelucon-lelucon yang membuat Anda terbahak dan terkekeh-kekeh, akan mengikis semua beban kerja yang mengimpit itu. Selanjutnya, Anda bisa rasakan aliran spirit baru melumuri jiwa. Semangat beraktivitas kembali mencuat. Bahkan membuat Anda lupa bahwa beberapa saat lalu Anda demikian tertekannya.

Sediakan waktu untuk membaca fiksi atau cerita kartun

Langkah ini memang tampak akan membebani pikiran. Tapi tunggu dulu, justru kiat ini bisa dirasa jitu. Carilah koleksi buku-buku fiksi di rak perpustakaan Anda. Bila tak ada koleksi fiksi baru, tidak ada salahnya Anda meminjam koleksi buku cerita kartun atau buku cerita lain yang dimiliki anak Anda. Coba bawa pikiran Anda untuk sedikit berfantasi dengan cerita yang ada. Sah-sah saja Anda membayangkan si tokoh adalah diri Anda.

Bila memungkinkan, Anda bisa juga kok mengajak anak Anda untuk membaca bersama-sama dan berdiskusi soal tokoh utama yang ada dalam cerita tersebut. Ini bisa sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Maksudnya, Anda membebaskan diri dari impitan kerja untuk meraih kembali semangat baru, dan sekaligus mengasuh buah hati Anda. Kegembiraan si kecil tentu akan membuat beban pikiran Anda cepat pulih.

Jika Anda menginginkan suasana lain, bisa saja Anda pergi ke toko buku ataupun ke cafe yang menyediakan koleksi buku-buku fiksi atau cerita kartun. Sambil menyeruput minuman ringan, Anda bisa memilih koleksi buku yang disediakan. Kadang, di tempat tersebut ada juga pembaca lain yang bisa diajak berdiskusi mengenai buku-buku yang sedang dibaca ataupun koleksi buku teranyar. Suasana ini akan membuat Anda larut dan terbebas dari impitan kerja. Yang kemudian bangkit adalah spirit!

Sediakan waktu untuk memberi dan berbagi

Membangkitkan spirit kerja yang mulai kendur bisa juga dengan melakukan pekerjaan yang tidak biasa Anda lakukan. Misalnya, Anda ikut membantu pekerjaan rumah yang tengah dikerjakan pasangan. Sambil membantu, tentu akan ada percakapan ringan antara Anda dan pasangan. Suasana akan lebih asyik dan tanpa beban. Ini akan membebaskan pikiran Anda dari segala keruwetan pekerjaan yang telah membuat spirit kerja Anda melorot.

Atau, bisa saja Anda ikut turun tangan membantu pekerjaan staf Anda, yang selama ini mungkin saja luput dari perhatian. Mungkin awalnya akan terasa kaku, tapi cobalah terus berusaha atau meminta petunjuk dari staf Anda. Sambil membantu pekerjaan mereka, bisa diselingi dengan gurauan atau sekadar bertanya mengenai keluarga dari staf Anda. Ciptakan suasana santai pada saat itu. Dengan begitu, staf Anda tidak akan sungkan untuk berbicara lepas pula.

Dialog santai yang akan tercipta alamiah, kesediaan Anda untuk memberikan waktu sejenak pada staf, bisa memberikan kepuasan tersendiri. Sebuah selingan yang berharga yang justru sangat menguntungkan: bebas dari beban kerja dan mendapatkan spirit kerja yang baru.

Sediakan waktu untuk pergi tanpa tujuan

Membangkitkan mood kerja yang mulai kendur bisa dengan melakukan perjalanan tanpa adanya suatu rencana terlebih dahulu. Kiat ini memang tampaknya konyol, tapi apa yang Anda lakukan justru sebagai langkah tepat untuk membangkitkan spirit kerja yang mulai turun. Pergi tanpa tujuan bisa menjadi obat untuk membebaskan diri dari tekanan target pekerjaan.

Tak usah direncanakan tujuannya. Ya, pergi saja sekehendak hati, ke mana hati tergerak. Bebaskan diri Anda sejenak dari sebuah perencanaan. Lupakan juga berapa lama Anda akan bepergian tanpa tujuan ini. Dengan cara ini, pikiran Anda akan melayang-layang lepas. Jika ada tempat menarik dan mau melihat-lihat, lakukanlah. Turuti saja kata hati, maunya bagaimana.

Lama-lama Anda akan sadar bahwa betapa nikmatnya jalan-jalan bepergian tanpa tujuan ini. Betapa bahagianya sesekali menuruti kata hati. Dapat dipastikan, Anda cepat melupakan seluruh kesumpekan itu. Tanpa Anda singkirkan pun, perjalanan tanpa tujuan ini secara otomatis akan menyingkirkan beban kerja yang telah menurunkan semangat kerja Anda.

Jika Anda nyangkut di toko CD dan kaset, mengamati satu per satu produk hiburan itu, terus mendengarkan lagu-lagu kesukaan Anda, kepusingan akan cair dengan sendirinya. Solusi ini terasa lebih alamiah karena tak ada rekayasa situasi berupa pemaksaan. Begitu juga kalau akhirnya langkah Anda terhenti di dept. store atau supermarket. Lupakan kesumpekan dan dapatkan spirit kerja yang baru.



Sumber: Majalah Lisa

Thursday, December 6, 2012

Lensa Terbaik untuk Travelling Fotografi

image

Bingung memilih lensa yang tepat untuk anda? Mungkin untuk fotografer hoby seperti saya yang baru saja menyukai fotografi tentunya masih berkutat pada “tools” yang tepat. Dari beberapa sumber literatur yang saya dapatkan, fotografer yang profesional selalu bilang, tools itu yang kedua, yang penting adalah point of view anda. Iya, sepertinya ini sangat tepat, tetapi bagi saya yang baru saja menggeluti dunia fotografi ini, tetap bingung, masih pada taraf tools.

Untuk mencari informasi yang lebih detail, saya coba googling. Kebetulan saya suka fotografi untuk travelling. Dan saat ini masih dalam terus mecari-dari informasi. Maklum masih biginner banget.

Berikut beberapa literatur yang mungkin bisa membantu cekidot:

http://photo.tutsplus.com/articles/hardware/comparing-four-fantastic-lenses-for-travel/

- Ini membandingkan beberapa merk Lensa 18-200mm, Sigma, Tamron, Canon, dan Nikon.

 

http://matadoru.com/resources/travel-photography/dslr-owners-3-lenses-you-need-to-pack-while-traveling/

- Ini menyarankan ada 3 lensa yang wajib di bawa oleh traveller: 18-200mm, 10-20mm, fix 50mm

 

http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-tips/lenses-for-travel-richardson/#page=2

- Fotografer national geographic menyarankan berdasarkan kriteria tempat yang akan kita kunjungi. Ini bahasannya menarik dan memberikan gambaran yang jelas untuk memilih lensa.

 

http://www.flickr.com/groups/travel-photography/discuss/72157631489064872/

- Di sini comment dari bebrapa orang bagus. Dapat memberikan kita gambaran lebih banyak.

 

http://photo.stackexchange.com/questions/11940/what-lenses-would-best-comprise-a-travel-photography-kit

- Comment dari bebrapa orang di sini juga memberikan gambaran yang jelas.

 

Jadi sampai saat ini, kesimpulannya adalah tergantung dari jenis travel yang akan ada jalani. Untuk yang travel ke Eropa atau Cina yang mayoritas akan menemukan arsitek yang unik dan menarik wajib membawa lensa wide angle seperti 10-22mm. Sedangkan untuk yang senang safari wildlife seperti taman suaka alam, maka wajib membawa lensa zoom seperti 55-200mm. Yang menarik di sini adalah hampir semua wajib membawa lensa fix length high speed seperti 50mm f/1,4 atau 1,8.

Hal lain yang menarik disini adalah sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa lensa yang paling sering dipakai adalah rentang dari 17-70 mm. Para fotografer profesional (untuk Canon) rata-rata wajib membawa 24-70mm atau 17-55mm. Menurut mereka, dari banyak lensa yang dibawa, sebagian besar shoot yang meraka lakukan adalah menggunakan lensa ini.

Jadi, kemungkinan dengan alasan keterbatasan budget dan saya juga hanya pemula, kemungkinan saya akan mencoba menambah koleksi lensa saya dengan Tamron 17-50 f/2.8. Cek harga di http://www.bhinneka.com sekitar 3,3 juta. Ini akan melengkapi koleksi lensa saya, karena saat ini sudah punya Canon 50mm f/1,8; Canon 75-300mm, dan Canon kit standar 18-55mm. Kemungkinan lensa Tamron yang akan saya beli akan menggantikan kit standard 18-55mm saya.

Terima kasih sudah membaca, mohon masukan dan comment-nya. saya masih perlu banyak belajar di dunia fotografi ini.

Monday, December 3, 2012

Komposisi dalam fotografi

Komposisi bukan aturan baku. dalam seni fotografi modern, kita bebas menentukan komposisi.

Fotografi berbeda dengan mengambil gambar. “Apa yang anda lihat dalah foto bukan apa yang kamu lihat pada saat itu. Kemampuan sejati fotografi adalah mengatur kebohongan visual” (Terence Donovan)

Apa tujuan fotografi? Adalah untuk memberikan experience kepada orang lain tentang sesuatu yang mungkin tidak mereka lihat, dan untuk mengungkapkan sesuatu tentang dunia atau diri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Komposisi adalah proses identiikasi dan mengatur elemens untuk menghasilkan gambar yang menyatu. Belajar komposisi sama dengan belajar bahasa. Ketika anda telah belajar bahasa, maka tidak perlu lagi berpikir secara sadar tentang bahasa pada saat berbicara. Fotografer harus menjadikan komposisi sebagai bahasa.

“Geometry is to the visual arts what grammar is to the art of writer” (Guillaume Apollinaire).

“Fotografi bukan tentang hal difoto. Ini adalah tentang bagaimana hal yang terlihat difoto” Garry Winogrand

Simplifikasi adalah bagian penting dalam komposisi. Menghilangkan bagian, element yang tidak dibutuhkan akan menghasilkan komposisi yang bagus. Biasanya kebanyakan kita hanya fokus pada objek utama, tanpa mempedulikan adanya element lain yang mengganggu. Memeriksa frame secara keseluruhan sebelum menekan shutter akan menghasilkan komposisi yang begus.

Komposisi bukan hanya menyangkut geometry, tetapi juga pewarnaan, dan juga fokus. salah satu teknik simplifikasi adalah monochrome, black-white.

Kmposisi Geometri:

1. Golden Section

Ditemukan oleh Loenardi Pisano, yaitu membagi bidang dengan berpatokan pada Golden Number (phi) = 8/5.

image

2. Rule of Third

Dengan membagi frame menjadi 3 bagian. Objek-objek utama diletakkan pada bagian-bagian atau titik-titik ini.

image

3. Dynamic Symmetry

Dengan menarik garis diagonal dari 2 sudut, kemudian menarik garis tegak lurus dari salah satu sudut lain.

image

 

Viewpoint:

Dapat diartikan secara mudah adalah posisi kamera ketika melihat object. biasanya View point diambil acuan dari garis mata. jika kita mengambil gambar object dibawah garis mata ini disebut Low Viewpoint, dan di atas disebut High Viewpoint.

Low Viewpoint biasanya dimaksudkan untuk menekankan pada backgroud object, mengarahkan tatapan ke gambar dari bawah. Dan High View point adalah kebalikannya.

 

Perspective dan lensa

Hubungan antara persepective dan lensa: semakin panjang focal length lensa, maka semakin sempit frame yang akan didapatkan.

image

 

Perspective dan Muka

Focal length juga sangat besar pengaruhnya terhadap tampilan muka manusia untuk foto portrait. Berikut gambaran hubungan antara Focal Length dengan bentuk muka yang dihasilkan:

image 

ukuran lensa yang ideal untuk portrait untuk kamera umum (35mm) adalah lensa semi telefoto range 75-105mm. Bentuk muka yang dihasilkan pada range tersebut mendekati ideal.