Komposisi bukan aturan baku. dalam seni fotografi modern, kita bebas menentukan komposisi.
Fotografi berbeda dengan mengambil gambar. “Apa yang anda lihat dalah foto bukan apa yang kamu lihat pada saat itu. Kemampuan sejati fotografi adalah mengatur kebohongan visual” (Terence Donovan)
Apa tujuan fotografi? Adalah untuk memberikan experience kepada orang lain tentang sesuatu yang mungkin tidak mereka lihat, dan untuk mengungkapkan sesuatu tentang dunia atau diri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Komposisi adalah proses identiikasi dan mengatur elemens untuk menghasilkan gambar yang menyatu. Belajar komposisi sama dengan belajar bahasa. Ketika anda telah belajar bahasa, maka tidak perlu lagi berpikir secara sadar tentang bahasa pada saat berbicara. Fotografer harus menjadikan komposisi sebagai bahasa.
“Geometry is to the visual arts what grammar is to the art of writer” (Guillaume Apollinaire).
“Fotografi bukan tentang hal difoto. Ini adalah tentang bagaimana hal yang terlihat difoto” Garry Winogrand
Simplifikasi adalah bagian penting dalam komposisi. Menghilangkan bagian, element yang tidak dibutuhkan akan menghasilkan komposisi yang bagus. Biasanya kebanyakan kita hanya fokus pada objek utama, tanpa mempedulikan adanya element lain yang mengganggu. Memeriksa frame secara keseluruhan sebelum menekan shutter akan menghasilkan komposisi yang begus.
Komposisi bukan hanya menyangkut geometry, tetapi juga pewarnaan, dan juga fokus. salah satu teknik simplifikasi adalah monochrome, black-white.
Kmposisi Geometri:
1. Golden Section
Ditemukan oleh Loenardi Pisano, yaitu membagi bidang dengan berpatokan pada Golden Number (phi) = 8/5.
2. Rule of Third
Dengan membagi frame menjadi 3 bagian. Objek-objek utama diletakkan pada bagian-bagian atau titik-titik ini.
3. Dynamic Symmetry
Dengan menarik garis diagonal dari 2 sudut, kemudian menarik garis tegak lurus dari salah satu sudut lain.
Viewpoint:
Dapat diartikan secara mudah adalah posisi kamera ketika melihat object. biasanya View point diambil acuan dari garis mata. jika kita mengambil gambar object dibawah garis mata ini disebut Low Viewpoint, dan di atas disebut High Viewpoint.
Low Viewpoint biasanya dimaksudkan untuk menekankan pada backgroud object, mengarahkan tatapan ke gambar dari bawah. Dan High View point adalah kebalikannya.
Perspective dan lensa
Hubungan antara persepective dan lensa: semakin panjang focal length lensa, maka semakin sempit frame yang akan didapatkan.
Perspective dan Muka
Focal length juga sangat besar pengaruhnya terhadap tampilan muka manusia untuk foto portrait. Berikut gambaran hubungan antara Focal Length dengan bentuk muka yang dihasilkan:
ukuran lensa yang ideal untuk portrait untuk kamera umum (35mm) adalah lensa semi telefoto range 75-105mm. Bentuk muka yang dihasilkan pada range tersebut mendekati ideal.
No comments:
Post a Comment
Mohon komentarnya. Terima kasih